PERAN KKG PAI DALAM MEMBANGUN KUALITAS KOMPETENSI GURU DI KECAMATAN TANETE RIATTANG KABUPATEN BONE

  • Azhar Azhar Sekolah Dasar Inpres 3/77 Bukaka
  • Lili Surianti Sekolah Dasar Inpres 6/75 Manurunge
  • Herlina Herlina Sekolah Dasar Negeri 4 Manurunge
Keywords: KKG PAI, Kompetensi Guru PAI

Abstract

Peran Kelompok kerja guru pendidikan agama Islam sangat penting dalammembangun kualitas kompetensi guru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuiprogram kerja KKG dalam membangun kualitas kompetensi Guru PAI,mengetahui strategi KKG PAI dalam membangun kualitas kompetensi guru,mengetahui kontribusi KKG dalam membangun kualitas Kompetensi Guru PAIdi Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data terdiri dariobservasi dan wawancara kepada guru yang menjadi anggota KKG. Informanadalah anggota KKG yang ada di kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone.Adanya Program Kerja yang disusun oleh KKG PAI maka kompetensi yangdimiliki oleh guru PAI di Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone.Kompetensi yang dikembangkan kualitasnya adalah kompetensi: pedagogik,profesional, sosial dan kepribadian. Strategi yang dilakukan adalah denganmenyusun jadwal yang lebih rinci dan terarah dalam melaksanakan kegiatan.Kontribusi yang diberikan adalah dengan keikutsertaan dalam kegiatan KKGPAI terdapat peningkatan yang sangat signifikan karena terlihat saat pemberianmateri dapat dikuasi dengan baik, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuanlebih luas serta pemanfaatan teknologi saat memberikan pembelajaran.

 

References

Achmadi. (2005). Idielogo PendidikanIslam. Yogyakakarta: Pustaka Pelajar.

Abu Bakar Maming. (2012). LandasanlandasanDasar Pendidikan (Teori,dan Tokoh-tokoh PembaharuanAzhar, Lili Surianti, Herlina184Pendidikan) Jakarta: Cipta RestuFellynda

Agung, Iskandar dan Yufridawati. (2013).Pembangunan Pola Kerja Harmonisdan Sinergis antara Guru, KepalaSekolah, dan Pengawas. Jakarta:Bestari Buana Murni.

American Psychiatric Association. (2000).Diagnostic and Statistical Manual ofMental isorders, Fourth Edition, TextRevision. Arlington: VA.

E. Mulyasa. (2013). Menjadi GuruProfesional: MenciptakanPembelajara Kreatif danMenyenangkan. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.

Hanafi Pelu & Muh. Zainal. (2022).Komunikasi Interaktif MelaluiMetode Cas-Cis-Cus. Jurnal IlmiahNizamia Jurnal Pendidikan, Sosial,dan Agama Volume 04, No. 2, April,174.

Hary Priatna Sanusi. (2013). Peran Guru PaiDalam Pengembangan NuansaReligius Di Sekolah. JurnalPendidikan Agama Islam -Ta’lim Vol.11 No. 2, 144.

Hasibuan Botung. (2008). ManajemenSumber Daya Manusia. Jakarta: PTBumi Aksara.

John Creswell. (2016). PendekatanKualitatif, Kuantitatif dan MetodeCampuran. Yogyakarta: PustakaPelajar.

John Leksi Moleong. (2013). MetodePenelitian Kualitatif. Edisi Revisi.Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Kemendiknas. (2010). Undang-undangGuru dan Dosen UU RI no 14 tahun2005. Jakarta: Sinar Grafika.

Kunandar. (2011). Guru ProfesionalImplementasi KTSP dan SuksesDalam Sertifikasi Guru. Jakarta:Rajawali PERS.

N. A. Wiyani. (2012). Pendidikan KarakterBerbasis Iman Dan Taqwa.Yogyakarta: Teras.

N.K. Roestiyah. (2004). Masalah-masalahIlmu Keguruan Cet. ke IV. Jakarta:Bina Aksara.

Nurkholis. (2013). Pendidikan Dalam UpayaMemajukan Teknologi. JurnalKependidikan, Vol. 1 No. 1Nopember, 24.

Sutrisno Hadi. (2015). Metode PenelitianPendidikan (Pendekatan Kuantitatif,Kualitatif dan R&D). Bandung:Alfabeta.

Suyanto dan Jihad, Asep. (2013). MenjadiGuru Profesional (StrategiMeningkatkan Kualifikasi dan KualitasGuru di Era Global. Jakarta: Esensi,Erlangga Group.

Zakiah Daradjat, dkk. (2011). IlmuPendidikan Islam. Jakarta: BumiAksara. CET.

Zakiyah Daradjat . (1970). Ilmu JiwaAgama. Jakarta: Bulan Bintang.
Published
2023-11-29