Perspektif Tokoh Masyarakat Tentang Pendidikan Moderasi Beragama Di Kota Pare-pare
Abstract
Penelitian ini bermuara pada penggalian perspektif tokoh masyarakat terhadap pendidikan moderasi beragama, yang merujuk pada empat indikator yang digagas oleh Kementerian Agama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan akomodatif terhadap budaya lokal. Dalam menggali perspektif tokoh masyarakat terhadap pendidikan moderasi beragama digunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Adapun temuan lapangan yang diperoleh adalah (1) secara umum tokoh masyarakat di Kota Parepare sepakat dengan konsep moderasi beragama yang disusun oleh Kementerian Agama dan urgensinya meregenerasi moderasi beragama ke dalam lembaga pendidikan, (2) konsep moderasi beragama yang belum familiar pada beberapa lapisan masyarakat (3) gagasan materi agama yang disampaikan oleh tokoh agama memuat beberapa ayat terkait empat indikator moderasi beragama, serta pentingnya hubbul wathan minal iman dan ukhuwah basyariah (4) Tradisi Mappadendang yang menjadi menjadi wadah perjumpaan dan pembauran untuk menyatukan rasa kebersamaan pemerintah dan masyarakat dari berbagai lapisan etnis dan agama. Sistem pangngaderreng orang Bugis yang telah mendarah daging ade’, bicara, rapang, wari, dan shara’ (6) tenaga pendidik adalah segmentasi pertama penerapan pendidikan moderasi beragama, sistem pembelajarannya dapat melalui pembentukan kurikulum, terintegrasi maupun injeksi melalui kegiatan ekstrakuler, serta atmosfer sekolah yang mendukung sistem (5) sekolah melakukan filterasisasi dan melakukan aktivasi kegiatan kerohanian serta menggandeng ormas untuk menumbuhkan pemikiran yang moderat. Dan menghidupkan kembali mata pelajaran muatan lokal, yang tentunya membutuhkan dukungan dari berbagai pemangku kebijakan.
References
Daradjat, Zakiah. 2017. Kamus Besar Bahasa Indonesia. https://doi.org/10.1163/_q3_SIM_00374.
Fahri, Mohamad, and Ahmad Zainuri. 2019.Moderasi Beragama Di Indonesia.” Intizar.
Fakih, Mansour. 1996. Analisis Gender & Transformasi Sosial.
Futaqi, Sauqi. 2018. “Konstruksi Moderasi Islam Wasathyyah Dalam Kurikulum Pendidikan Islam.” Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars.
Halik, Abdul, Idris Djamaluddin M, and Hamid Suraedah. 2017. “Pengembangan Kerukunan Dan Toleransi Antar Umat Beragama: Implementasi Sistem Panngaderreng Di Kota Parepare.” In .
Herlina, Lina. 2018. “DISINTEGRASI SOSIAL DALAM KONTEN MEDIA SOSIAL FACEBOOK.” TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial. https://doi.org/10.15575/jt.v1i2.3046.
Juergensmeyer, Mark. 1998. Menentang Negara Sekuler: Kebangkitan Global Nasionalisme Religus. Terj. Noorhaidi. Bandung: Mizan.
Junida, Dwi Surti. 2020. “MAPPADENDANG SEBAGAI TRADISI BERSAMA KOMUNITAS TO WANI TOLOTANG DENGAN UMAT ISLAM.” Dialog. https://doi.org/10.47655/dialog.v42i1.319.
Lilik Nur Kholidah dkk. 2019. “Pendidikan Agama Islam Dan Penguatan Karakter Religius Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri.” “Pendidikan Agama Islam Dan Penguatan Karakter Religius Dalam Menghadapi Era Revolusi Industri.”
Nashuddin, Nashuddin. 2020. “Aktualisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Merevitalisasi Pemahaman Moderasi Pada Lembaga Pendidikan Di Indonesia.” JURNAL SCHEMATA Pascasarjana UIN Mataram. https://doi.org/10.20414/schemata.v9i1.2159.
Nasional, Departemen Pendidikan. 2008.Pusat Bahasa Kamus Besar Indonesia. http://www.sciencedirect.com/science/ article/pii/S0160738315000444.
Rakhmat, Puspitasari, and Jeanny Maria Fatimah. 2016. “Makna Pesan Simbolik Non Verbal Tradisi Mappadendang Di Kabupaten Pinrang.” Kareba.
Ridhuan, Syamsu. 2019. “KOPERASI ERA MILLENNIAL DALAM PERSPEKTIF KETAHANAN Pendahuluan.” Jurnal Ekonomi 10 (1).
Shihab, Alwi. 1997. Islam Inklusif: Menuju Sikap Terbuka Dalam Beragama. Bandung: Mizan.
Sutrisno, Edy. 2019. “Aktualisasi Moderasi Beragama Di Lembaga Pendidikan.” Jurnal Bimas Islam. https://doi.org/10.37302/jbi.v12i2.113.
Yewangoe, Andreas Anangguru. 2001.Agama Dan Kerukunan. BPK Gunung Mulia. https://doi.org/10.1163/_q3_SIM_00374.