Naskah Lontarak Musukna Arung Palakka dengan Raja Gowa

  • Sitti Arafah Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Keywords: Arung Palakka, lontarak, Bone

Abstract

Perang antara kerajaan Gowa dan kerajaan Bone di bawah pimpinan Arung Palakka dan Sultan Hasanuddin di abad ke-18. Sejarah panjang perang antara keduanya sebagai akibat dari hegemoni politik dalam rangka memperatahankan kekuasaan politik. Dalam mempertahankan kerajaan Bone dari serangan Kerajaan Gowa maka muncullah Arung Palakka sebagai penyelamat kerajaan dari hegemoni politik kerajaan Gowa. Arung Palakka adalah sosok pemimpin yang senantiasa berjuang untuk mempertahankan negerinya, pada perang ini, kerajaan Bone selalu berada pada pihak yang kalah, hingga akhirnya  Arung Palakka berhijrah ke negeri Buton bersama para pembesar kerajaan Soppeng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode filologi dengan menggunakan pendekatan sejarah sebagai kajian. Metode filologi mengarahkan pada edisi naskah tunggal dengan sistem diplomasi.

References

Anomim Lontarak Musukna Arung Palakka dan Raja Gowa.
Anomim Lontarak Sukkuna Wajo, Rol. 15-17 No. 273.
Andaya. Y. Leonard. 2004. Warisan Arung Palakka Sejarah Sula-wesi Selatan Abad ke-17 diter-jemahkan oleh Nurhady Si-rimok dari Judul aslinya “ The Heritage of Arung Palakka: A History of South Sulawesi (Celebes) in the Seveenteenth Century”, Cetakan. II; Ininna-wa: Makassar.
Fatahuddin. 2009. Arung Palakka di Mata Etnis Bugis dan Makas-sar. Makassar: Refleksi.
Panangrangi, Hamid. 1993. Lontarak Tellumpoccoe. Ujung Pandang: Proyek Penelitian dan Pengka-jian Kebudayaan Nusantara.
Rasyid, Darwas. 1995. Latenritatta Aru Palakka dalam Konteks Sejarah Sulawesi Selatan: Ma-kassar: Departemen Pendi-dikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Ke-budayaan Balai Kajin Sejarah dan Niai Tradisional Ujung Pandang.
Robson, S.O. 1994. Prinsip-prinsip Filologi Indonesia. diterjemah-kan oleh Kentjanawati Guna-wan. Jakarta: RUL.
Yunus, A dkk. 1993. Surek Asellengeng Kuwae Menrekna Na¬bit¬ta ri Langie. Makassar: Proyek Penelitian dan Pengka¬jian Kebudayaan Nusantara.
Published
2015-05-20