Relevansi Sejarah dan Budaya Bagi Pembangunan Sulawesi Barat

  • Idham Idham Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Keywords: Budaya Mandar, Pembangunan Sulawesi Barat, sejarah

Abstract

Mandar adalah nama salah suku bangsa di Sulawesi Selatan selain suku bangsa Bugis, Makassar, dan Toraja. Namun setelah terbentuknya Provinsi SulawesiBarat, Mandar menjadi suku mayoritas provinsi tersebut. Mandar, selain bermakna suku bangsa, ia juga bermakna teritorial dan nilai. Secara teritorial Mandar adalah wilayah provinsi Sulawesi Barat sekarang, dan adapun nilai keMandar-an dapat ditelusuri sebagaimana yang ada dalam tulisan ini. Tulisan ini menggunakan pendekatan studi pustaka. Tulisan ini berfokus pada pengertian sejarah dan budaya, serta memaparkan nilai-nilai puncak ke-Mandar-an yang masih relevan dengan pembangunan sebuah daerah, Sulawesi Barat. Tulisan ini menemukan bahwa kekayaan sejarah dan budaya Mandar mengandung unsur  unsur dan nilai dinamis yang dapat menjadi acuan dan pedoman bagi masyarakat Mandar dalam berkiprah di tengah-tengah msyarakat dalam mengisi pembangunan bangsa. Nilai-nilai luhur tersebut juga dapat berdampingan akrab dengan nilai-nilai global (nilai efesiensi, produktifitas, dan nilai -nilai yang lain)yang akan menjadi sangat dominan dalam menyongsong masa depan pembangunan Provinsi Sulawesi Barat yang penuh dengan tantangan.

 

References

A.M. Agussalim. 2005. Ilmu Sosial Budaya Dasar; Suatu Pendekatan Multidisiplin.Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.

Adhan, Syamsurijal. 2009. Bissu Yang Enggan Membisu. Dalan Jurnal Al Qalam, Jurnal Penelitian Agama dan Sosial Budaya Volume 15, nomor 24 Juli-Desember 2009.h. 401-414.

Amin, Syaiful. 2011. Pewarisan Nilai Sejarah Lokal Melalui Pembelajaran Informal pada siswa SMA di Kudus Kulon.Jurnal Paramita Vol. 21 no. 1 2011, hal. 105-115)

Getteng, Abd. Rahman. 2005.Pendidikan Islam di Sulawesi Selatan: Tinjauan Historis dari Tradisional hingga Modern (Cet. I; Yogyakarta: Graha Guru,.http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php

Idham dan Saprillah. 2013. Malaqbiq Identitas Orang Mandar.Surakarta: Zada Haniva Publishing.

Idham dan Saprillah. 2015. Sejarah Perjuangan Pembentukan Provinsi Sulawesi Barat. Surakarta: Zada Haniva Publishing.

Idham. 2010. Makna Lambang Provinsi Sulawesi Barat-The Meaning of Logogram of West Sulawesi. Yogyakarta: Zada Hanifa

Idham. 2008. Local Wisdom: Benang Untaian Mutiara Hikmah dari Mandar Sulawesi Barat. Jakarta: Nuqtah

Idham. 2014. Pergumulan Budaya Lokal dengan Islam di Baubau, dalam Jurnal Studi IslamIAIN Ambonvol. 3. No. 1, hal.1-15, juni 2014

Idham. 2014. Pertumbuhan dan Perkembangan Islam di Barru, dalam Jurnal ParamitaUnes Semarang Vol. 24, No. 2, tahun 2014

Idham. 2015. Koroang Malaqbiq (Koroang anna Battuangna Tama di Basa Mandar anna Basa Indonesia). Madinah al Munawwarah: Mujamma’ Malk Fahd.

Joseph, Brian (Ed.);Janda, Richard (Ed.) (2008). The Handbook of Historical Linguistics. Blackwell Publishing. ISBN978-1-4051-2747-9.

Kahmad, Dadang. 2002.Sosiologi Agama (Cet. Kedua; Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Karim, Khalil Abdul. 2002. Hegemoni Quraisy: Agama, Budaya, Kekuasaan(terjemah Faishol). Yogyakarta: LKiS.

Kochhar, S.K. 2008. Pembelajaran Sejarah.Penerjemah Purwanta dan YofitaHardiwati. Jakarta: Grasindo.

Koentjaraningrat. 1974). Pengantar Antropologi. Jakarta: Aksara Baru.

Koentjaraningrat. 1980. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan

Koentjaraningrat. 1993. Kebudayaan, Mentalitet, dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.

Maryaeni. 2005. Metode Penelitian Kebudayaan (Cet. Pertama; Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Mlyana, Deddy dan Jalaluddin Rakhmat. 2006. Komunikasi Antarbudaya:Panduan Berkomunikasi dengan Orang-Orang Berbeda Budaya. Bandung:Remaja Rosdakarya.

Monoharto, Goenawan dkk. 2003.Seni Tradisional Sulawesi Selatan dalam H. Ajiep Padindang, Seni Tradisional Kekayaan Budaya yang Tiada Tara. Makassar: Lamacca Press.

Peter N. Stearns, Peters Seixas, Sam Wineburg (eds.), ed. (2000). "Introduction". KnowingTeaching and Learning History, National and International Perspectives. New York & London: New York University Press. hlm.6. ISBN0-8147-8141-1.

Peursen, van. 1999. Strategi Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius

Rasyid, Maklum dan Idham. 2016. Saiyyang Pattuqduq dan Khataman Al Qur’an di Mandar. Yogyakarta: Zadahaniva Publishing.

Sukaryanto. 2007. Peran Intellectual Emphaty dan Imajinasi dalam Historiografi. Diunduh dari(http://www.journal.unair.ac.id/TEXT.pdf)pada 14 April2019

Susanto, Trisno S.. 2002. Di seberang Dewi Sri dan Kristus; Dapatkah Lokalitas Bicaradalam Ahmad Baso 2002. Plesetasn Lokalitas; Politik Pribumisasi Islam. Jakarta: Desantara, h. 113-123.

Sutadi, T. 2009. Antropologi: Mengungkap Keragaman Budaya. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Tajuddin, Muh. Syariat dkk. 2006.Siwali Parri dalam Perspektif Pemberdayaan Perempuan dalam Darmawan Masqud Rahman, Memandang Siwalli Parri dalam Posisis Simpati jugaKritis Terhadap Perspektif Pemberdayaan Perempuan.Yogyakarta: Beranda Cendekia Konsultan.

Wahid, Sugira. 2007.Manusia Makassar (Cet. I; Makassar: Pustaka Refleksi.

Whitney, W. D.1889.The Century dictionary; an encyclopedic lexicon of the English language. New York: The Century.

Published
2019-11-05
Section
Articles