Makna dan Simbol Pada Tradisi Pembacaan Ratek Mauduk di Komunitas Makassar

  • Husnul Fahima Ilyas Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar
Keywords: mauduk, makna simbolik, gerak ratek, tradisi keagamaan

Abstract

 

Seni tradisi ratek merupakan bentuk budaya tradisional dilaksanakan dalam bentuk ritual yang disakralkan dalam bentuk pelaksanaan mauduk (maulid). Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah apa makna dan simbol yang terdapat dalam tradisi pembacaan Ratek Mauduk di komunitas Sayyid Al-adid? apa fungsi dan makna yang terkandung dalam Ratek Mauduk? Tujuan penelitian untuk mengungkap makna simbol yang terdapat dalam tradisi pembaca Ratek Mauduk baik berupa gerak ataupun smbol-simbol yang digunakan dalam proses Mauduk. Selain itu mengungkap fungsi dan makna yang terkandung dalam pembacaan Ratek Mauduk. Hasil temuan penelitian ini mengungkapkan bentuk-bentuk ekspresi dari komunitas Sayyid Al-Aidid yang diekspresikan dengan mengkombinasikan suara dan gerak. Gerak yang dilakukan ketika akratek dideskripsikan sesuai dengan penafsiran masyarakat setempat dan berdasarkan pada teori simbol dan makna. Terdapat enam gerakan inti dalam pembacaan ratek: tafakkuruk, laharak, parrannu-rannuang ri nabiya, dipatarek limayya dan buang takaberek, katterek, dan aknganro. Selain itu terdapat perlengkapan ritual yang wajib hadir dalam ritual Mauduk. Keseluruhan perlengkapan dan gerak ini mnegandung nilai-nilai religius yang bersifat sakral dalam kehidupan komunitas Sayyid Al-Aidid untuk keselamatan dunia dan akhirat. Selain itu makna simbolik berisi tentang pemahaman syariat, makrifat, tarikat, dan hakikat sesuai dengan pemahaman masyarakat Sayyid dalam menerapkan ajarannya.

References

Anonim. Ratek Mauduk Koleksi Karaeng Opua di Cikoang. Anonim. Ratek Mauduk Koleks Sayyid Sahran Tuan Tada di Jonggowa. Anonim. Ratek Mauduk Koleksi Tuan Sibali di Tarusan Jeneponto.

Aditiawarman, M., Ekasakti, M. F. S. U., & Ekasakti, D. F. S. U. 2019. Variasi Bahasa Masyarakat. Lembaga Kajian Aset Budaya Indonesia Tonggak Tuo Universitas Ekasakti.

Greertz, Clifford. 1995. Kebudayaan dan Agama. Yogyakarta: Kanisius.

Ilyas, Husnul Fahimah. 2016. Suraq Rateq: Naskah Kejadian Nur Muhammad Sebuah Kajian Filologis. Yogyakarta: Arti Bumi Intaran.

Kustriyono, E. 2016. Perubahan Makna dan Faktor Penyebab Perubahab Makna dalam Media Cetak (Kajian Semantik Jurnalistik). Jurnal Bahastra Universeitas Pekalongan, XXXV(2).

Matsna, Moh. 2016. Kajian Semantik Arab: Klasik dan kontemporer. Prenada Media. Menyambeang,

Abdul Kadir. 1984. Upacara radisional dalam Kaitannya dengan Peristiwa Alam Kepercayaan. Propinsi Sulawesi Selatan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Selatan.

Nurdin, M. Idrus dkk. 1977/1978. Maulid Cikoang Sebagai Salah Satu Bentuk Kebudayaan Spesifik Tradisional di Sulawesi Selatan. “Laporan Penelitian” Proyek Penelitian UNHAS.

Sutardi, T. 2007. Antropologi: Mengungkap Keragaman Budaya. PT Grafindo Media Pratama.

Wijana, I. D. P., & Muhammad, R. 2011. Semantik: Teori dan Analisis. Yuma Pustaka.

Saransi, Ahmad. 2003. Tradisi Masyarakat Islam di Sulawesi Selatan. Makassar: Bidang Agama Biro KAAP Setda Propinsi Sulawesi Selatan bekerjasama Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Tradisi Masyarakat dan Lamacca Press.

Yendra. 2018. Mengenal Ilmu Bahasa (Linguistik). Deepublish.
Published
2020-11-20
Section
Articles