Islamisasi di Ajatappareng Abad XVI-XVII

  • Ahmad Yani UIN Alauddin Makassar
Keywords: Islamisasi Ajatappareng, kerajaan lokal, penganjur Islam, Datuk Ribandang

Abstract

Tulisan ini adalah kajian sejarah tentang islamisasi di Ajatappareg pada abad XVIXVII M. Ajatappareng merupakan kondeferasi lima kerajaan Bugis di sebelah barat danau Tempe dan danau Sidenreng. Kelima anggota konfederasi Ajatappareng adalah: Sidenreng, Sawitto, Suppa, Rappeng, dan Alitta. Islamisasi di Ajatappareng telah berlangsung pada abad XVI M. Namun, raja-raja setempat masuk Islam pada abad XVII M setelah kedatangan tiga muballigh dari Minangkabau Sumatera Barat ke Tanah Bugis. Di antara tiga muballig tersebut adalah Datuk ri Bandang, inilah yang ke Ajatappareng mengislamkan raja-raja setempat yang pada tahun 1607. Kedatangan Datuk ri Bandang di Ajatappareng atas rekomendasi Sultan Alauddin dari Gowa. Ajatappareng merupakan wilayah passeajingeng (kerabat) dari Gowa. Islamisasi di wilayah setempat berlangsung dengan damai. 

References

Andaya, Y. L. (2004) The Heritage of Arung Palakka: A History of South Sulawesi (Celebes) in yhe Seventeenth Century, terj. Nurhadi Simorok: Warisan Arung Palakka: Sejarah Sulawesi Selatan Abad ke-17. Makassar: Ininnawa.

Anonim, Lontarak Alitta. (no date).

Anonim, Lontarak Sukkuna Wajo. (no date).

Bathuthah, M. bin A. R. I. B. fi G. alA. and Al-Asfaar., wa ‘A’jaim (2012) Muhammad Muchson & Khalifurrahan, Rihlah Ibnu Bathuthah Momoar Perjalanan Keliling Dunia di Abad Pertengahan. Jakarta: Al Kautsar.

Dkk., K. (1985) Pengkajian Transliterasi dan Terjemahan Lontarak Bilang Raja GowaTallok (Naskah Makassar). Makassar: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Selatan La Galigo, 19985/1986.

Fahimah Ilyas, H. (2011) Lontaraq Suqkuna Wajo; Telaah Ulang Awal Islamisasi di Wajo. Tangerang Selatan: LSIP .

Latif, A. (2014) Para Penguasa Ajattappareng Suatu Refleksi Politik Orang Bugis. Yogyakarta: Ombak.

Lontarak Rol 02 No. 02. (no date). Badan Perpustakaan dan Arsip Islamisasi di Ajatappareng Abad XVI-XVII. – Ahmad Yani 210 Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.

Pelras, C. (2006) The Bugis. Manusia Bugis. : terj. Abdul Rahman Abu dkk.,. Jakarta-Paris: Nalar bekerjasama dengan Forum.

Rahim, H. A. R. (2011) Nilai-Nilai Utama Kebudayaan Bugis. Yogyakarta: oMBAK.

Saprillah. (2014) Pengabdian Tanpa Batas: Biografi Anregurutta Haji Abdul Malik Muhammad. Makassar: Zahadaniva Publishing.

Sewang, A. M. (2005) Islamisasi Kerajaan Gowa: Abad XVI Sampai Abad XVII. Jakarta.: Yayasan Obor. Tim Penyusun. (no date) Citra ParePare Dalam Arsip. Makassar. 2014: : Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan. 2014.

Wardiah, H. (2017) ‘Peran Orang Arab Dalam Pendidikan Keagamaan di Kabupaten Maros’, Pusaka, 8.

Wardiah, H. (2019) ‘Genelogi Intelektual Ulama Awal Abad XX di Kabupaten Bulukumba dan Bantaeng Sulawesi Selatan’, SMaRT, 5.

Yani, A. (2014) ‘Pertemuan Sawerigading dengan Nabi Muhammad’, Shautul Adab. Yunus, A. R. (2015) “Nilai-Nilai Islam Dalam Budaya dan Kearifan Lokal (Konteks Budaya Bugis)”. Rihlah
Published
2020-11-10
Section
Articles